Kamis, 30 Oktober 2014

UTS Pemograman Bisnis 2



Pada blog ini untuk UTS pengantar bisnis 2 saya aka membuat apikasi yang menggunakan automation ke dalam microsoft excel. Aplikasi yang saya buat adalah tentang perpustakaan. Saya akan membuat sistem dalam pengoperasiaanya.
Berikut adalah langkah2nya
Projec baru:
-          New project
-          Pilih windows foam(beri nama sesuai yg kita inginkan tanpa spasi)
Fom1. Saya membuat tampilan awal sebagai berikut
Tampilan berisi ucapan selamat datang dan pilihan untuk mendaftar atau langsung masuk dalam aplikasi web ini.


Public Class Form1
    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Form2.Show()
    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        Form3.Show()
    End Sub
End Class




Saya mebuat aplikasi ini untuk staff yang bekerja di perpustakaan Universitas Indonesia Misalnya contoh dalam aplikasi dekstop ini. Bagi staff yang ingin menginput data maka dia harus mendaftar atau sudah memiliki username dan pasword.
ini adalaah Form masuk(LOGIN/SIGN UP)




Public Class Form2

    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        If (TextBox1.Text = "ambarwati" And TextBox2.Text = "001") Then
            Form7.Show()
            Me.Close()
        Else
            MsgBox("Username atau Password yang Anda Masukkan Salah!", , "Peringatan")
        End If
    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        Me.Close()
    End Sub
End Class
Jika seorang staff telah memasukan usernamenya maka staff tersebut harus melakkan input data peminjaman pada saat terjadi tansaksi peminjaman buku. Berikut adalah form  data peminajaman yang saya sediakan dalam aplikasi ini

Untuk menyimpan data saya telah menyediakan juga ms.excel tempat penyimpanan data peminjaman bagi siapa saja yang meminjam pada saat itu
Caranya pada project yang kita kerjakan Add Refference, Pilih Menu COM dan pilih Microsoft Excel. Berikut adalah tampilannya:
Imports Microsoft.Office.Interop.Excel
Public Class Form7
    Dim myapp As New Microsoft.Office.Interop.Excel.Application
    Dim mydoc As New Microsoft.Office.Interop.Excel.Workbook
    Dim a As Double
    Private Sub TextBox7_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles TextBox7.TextChanged

        If (TextBox7.Text > 0 And TextBox7.Text <= 7) Then
            TextBox8.Text = "2000"
        Else
            TextBox8.Text = (TextBox7.Text * 50000)
        End If
    End Sub

    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        myapp.Range("A" + CStr(a + 1)).Value = TextBox1.Text

        myapp.Range("B" + CStr(a + 1)).Value = TextBox2.Text

        myapp.Range("C" + CStr(a + 1)).Value = TextBox3.Text

        myapp.Range("D" + CStr(a + 1)).Value = TextBox7.Text

        myapp.Range("E" + CStr(a + 1)).Value = TextBox8.Text

        myapp.Range("F" + CStr(a + 1)).Value = TextBox4.Text

        a = a + 1

        TextBox1.Text = ""
        TextBox2.Text = ""
        TextBox3.Text = ""
        TextBox7.Text = ""
        TextBox8.Text = ""
        TextBox4.Text = ""
        TextBox1.Focus()
    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        'save workbook
        mydoc.Save()

        'tutup aplikasi excel
        myapp.Quit()

    End Sub
End ClassNah ini adalah tampilan microsoft excel untuk penyimanan data penyimpanannya
Demikianlah Aplikasi Data Peminjaman buku di perpustakan yang saya buat untuk Ujian Tengah Semester mata kuliah Pemograman Bisnis 2
Terimakasih

Kamis, 05 Juni 2014

UAS Matematika Diskrit

PERMUTASI
Permutasi adalah pengaturan elemen-elemen dari sebuah himpunan dimana urutan dari elemen elemen tersebut diperhatikan.
Secara matematik, dari sebuah himpunan yang mempunyai elemen sebanyak n, banyaknya permutasi dengan ukuran (permutasi dengan jumlah elemen) r ditulis sebagai P(n,r) atau nPr atau nPr.
Rumusnya adalah
P(n,r) = nPr = nPr = n!
(n - r)!
dimana n! (n faktorial) = n × (n-1) × (n-2) × ... × 1 dan 0! = 1.
Contoh, dari himpunan huruf-huruf {a,b,c}, permutasi-permutasi dengan ukuran 2 (ambil 2 elemen dari himpunan tersebut) adalah {a,b}, {b,a}, {a,c}, {c,a}, {b,c}, dan {c,b}. Perhatikan bahwa urutan dari elemen-elemen itu adalah penting, dengan kata lain {a,b} adalah berbeda dengan {b,a}.
Banyaknya permutasi adalah 6.
P(3,2) = 3P2 = 3P2 = 3!
(3 - 2)!
= 3 × 2 × 1
1!
= 6
1
= 6
Contoh lainnya: Berapa banyaknya cara untuk mengatur 5 buku yang berbeda di atas rak buku?
Jawaban: Di sini, n = 5 dan r = 5.
Jadi, 5P5 = 5!/(5-5)! = 5!/0! = (5 × 4 × 3 × 2 × 1)/1 = 120.
Seperti terlihat dari contoh di atas, jika n = r, rumus untuk nPr = n!.


 KOMBINASI
Kombinasi adalah pengaturan elemen-elemen dari sebuah himpunan dimana urutan dari elemen elemen tersebut tidak diperhatikan.
Dari sebuah himpunan yang memiliki n elemen, banyaknya kombinasi yang berukuran (kombinasi dengan jumlah elemen) r ditulis sebagai C(n,r) atau nCr atau nCr.
Rumusnya adalah
C(n,r) = nCr = nCr = n!
r! (n - r)!
dimana n! (n faktorial) = n × (n-1) × (n-2) × ... × 1 dan 0! = 1.
Contoh, dari himpunan huruf-huruf {a,b,c} kombinasi-kombinasi yang berukuran 2 (ambil 2 elemen dari himpunan tersebut) adalah {a,b}, {a,c}, and {b,c}. Perhatikan bahwa urutan dari elemen-elemen itu tidak penting, dengan kata lain {b,a} adalah dianggap sama dengan {a,b}.
Banyaknya kombinasi adalah 3.
C(3,2) = 3C2 = 3C2 = 3!
2! (3 - 2)!
= 3 × 2 × 1
2 × 1 × 1!
= 6
2
= 3
Contoh lainnya: Sebuah keranjang berisi sebuah apel, sebuah jeruk, sebuah jambu, dan sebuah pisang. Berapa banyaknya kombinasi yang terdiri dari 3 macam buah?
Jawaban: Di sini, n = 4 dan r = 3.
Jadi, 5C5 = 4!/3!(4-3)! = (4 × 3 × 2 × 1)/(3 × 2 × 1) 1! = 24/6 = 4.
Untuk kombinasi, jika n = r, banyaknya kombinasi selalu 1.

Distribusi Binomial

Distribusi Probabilitas
  Kunci aplikasi probabilitas dalam statistik adalah memperkirakan terjadinya peluang/probabilitas yang dihubungkan dengan terjadinya peristiwa tersebut dalam beberapa keadaan.
Jika kita mengetahui keseluruhan probabilitas dari kemungkinan outcome yang terjadi, seluruh probabilitas kejadian tersebut akan membentuk suatu distribusi probabilitas.

  Distribusi binomial adalah salah satu distribusi probbabilitas diskrit yang paling sering digunakan dalam analisis statistic modern. Di bidang teknik, distribusi ini erat kaitannya dengan pengendalian kualitas (quality control).
  Dalam teori probabilitas dan statistika, distribusi binomial adalah distribusi probabilitas diskret jumlah keberhasilan dalam n percobaan ya/tidak (berhasil/gagal) yang saling bebas, dimana setiap hasil percobaan memiliki probabilitas p. Eksperimen berhasil/gagal juga disebut percobaan bernoulli. Ketika n = 1, distribusi binomial adalah distribusi bernoulli. Distribusi binomial merupakan dasar dari uji binomial dalam uji signifikansi statistik.
  Distribusi ini seringkali digunakan untuk memodelkan jumlah keberhasilan pada jumlah sampel n dari jumlah populasi N. Apabila sampel tidak saling bebas (yakni pengambilan sampel tanpa pengembalian), distribusi yang dihasilkan adalah distribusi hipergeometrik, bukan binomial. Semakin besar N daripada n, distribusi binomial merupakan pendekatan yang baik dan banyak digunakan.
  Distribusi Binomial adalah suatu distribusi probabilitas yang dapat digunakan bilamana suatu proses sampling dapat diasumsikan sesuai dengan proses Bernoulli. Misalnya, dalam perlemparan sekeping uang logam sebanyak 5 kali, hasil setiap ulangan mungkin muncul sisi gambar atau sisi angka. Begitu pula, bila kartu diambil berturut-turut, kita dapat memberi label "berhasil" bila kartu yang terambil adalah kartu merah atau ”gagal” bila yang terambil adalah kartu hitam. Ulangan-ulangan tersebut bersifat bebas dan peluang keberhasilan setiap ulangan tetap sama, yaitu sebesar 0,5. (Ronald E. Walpole)
  Distribusi Binomial biasa dirumuskan seperti :
B (x;n,p) = ncxpxqn-x
Dimana :
x = 0,1,2,3,.....,n
n = banyaknya ulangan
x = banyaknya kerberhasilan dalam peubah acak x

p = Peluang berhasil dalam setiap ulangan
q = Peluang gagal, dimana q = 1 - p dala
m setiap ulangan

Contoh :

Dadu dilemparkan 5 kali, diharapkan keluar mata 6 dua kali, maka kejadian ini dapat ditulis b(2,5,1/6)  x=2, n=5, p=1/6

Eksperimen Binomial

  Satu atau serangkaian eksperimen dinamakan eskperimen binomial bila dan hanya bila eksperimen yang bersangkutan terdiri dari percobaan-percobaan Bernoulli atau percobaan-percobaan binomial.
  Jika hanya berminta untuk mengetahui apakah hasil suatu percobaan disebut gagal atau sukses, maka ruang sampel yang merumuskan percobaan diatas harus memuat 2 unsur saja yaitu, unsur B bagi sukses dan unsur G bagi gagal. Singkatnya, probabilita kedua unsur diatas dapat dinyatakan sebagai,
p ({B}) = p, p ({G}) = 1 - p = q
      Dimana : p + q = 1 dan 0 < <1 

      Eksperimen ini merupakan n kali percobaan Bernoulli, sehingga harus memenuhi kondisi-kondisi berikut:
1.   
Jumlah percobaan n adalah konstanta yang telah ditentukan sebelumnya (dinyatakan sebelum eksperimen dimulai).
2.   
Setiap pengulangan eksperimen, biasa disebut percobaan (trial), hanya dapat menghasilkan satu dari dua keluaran yang mungkin sukses ataupun gagal.
3.   
Probabilitas sukses p, dan demikian juga probabilitas gagal q = 1 – p selalu konstan dalam setiap percobaan.
4.    Setiap percobaan saling bebas secara statistic, yang berarti keluaran suatu percobaan tidak berpengaruh pada keluaran percobaan lainnya.

Syarat Distribusi Binomial

1.    Jumlah trial merupakan bilangan bulat  Contoh melambungkan coin 2 kali, tidak mungkin2 ½ kali.
2.   
Setiap eksperiman mempunya idua outcome (hasil). Contoh:sukses/gagal,laki/perempuan, sehat/sakit,setuju/tidaksetuju.
3.   
Peluang sukses sama setiap eksperimen.


Contoh: Jika pada lambungan pertama peluang keluar mata H/sukses adalah ½, pada lambungan seterusnya juga ½. Jika sebuah dadu, yang diharapkan adalah keluar mata lima, maka dikatakan peluang sukses adalah 1/6, sedangkan peluang gagal adalah 5/6.Untuk itu peluang sukses dilambangkan p, sedangkan peluang gagal adalah (1-p) atau biasa juga dilambangkan q, di mana q = 1-p.

Ciri-ciri Distribusi Binomial

Distribusi Binomial dapat diterapkan pada peristiwa yang memiliki ciri-ciri percobaan Binomial atau Bernoulli trial sebagai berikut :
1.    Setiap percobaan hanya mempunyai 2 kemungkinan hasil : sukses(hasil yang dikehendakai, dan gagal(hasil yang tidak dikehendaki)
2.   
Setiap percobaan bersifat independen atau dengan pengembalian.
3.   
Probabilita sukses setiap percobaan harus sama, dinyatakan dengan p. Sedangkan probabilita gagal dinyatakan dengan q, dan jumlah p dan q harus sama dengan satu.4.    Jumlah percobaan, dinyatakan dengan n, harus tertentu jumlahnya.


Penerapan Distribusi Binomial

Beberapa kasus dimana distribusi normal dapat diterapkan yaitu :

1.    Jumlah pertanyaan dimana anda dapat mengharapkan bahwa terkaan anda benar dalam ujian pilihan ganda.
2.   
Jumlah asuransi kecelakaan yang harus dibayar oleh perusahaan asuransi.
3.   
Jumlah lemparan bebas yang dilakukan oleh pemain basket selama satu musim.


Rata-rata dan Ragam Distribusi Binomial

Rata – rata μ = n . p
Ragam σ2 = n . p . q
n : ukuran populasi
p : peluang berhasil dalam setiap ulangan
q : peluang gagal, dimana q = 1-p dalam setiap ulangan

GRAF
Seperti yang sudah dipelajari pada mata kuliah Struktur Diskrit, graf dapat digunakan untuk merepresentasikan berbagai hal. Graf terbagi menjadi beberapa bagian yaitu graf berarah dan tak berarah. Dalam bahasan kali ini yang akan digunakan untuk merepresentasikan jalan dan tempat-tempat acuannya adalah graf berarah.
Graf Berarah
Sebuah graf terarah atau digraf G terdiri dari suatu himpunan V dari verteks-verteks (atau simpul-simpul) dan suatu himpunan E dari rusuk-rusuk (atau busur-busur) sedemikian rupa sehingga setiap rusuk e E menghubungkan pasangan verteks terurut.
Gambar 2 : Contoh graf berarah
Graf berarah dianggap yang paling tepat untuk merepresentasikan masalah ini karena jalan-jalan di bumi memiliki arah dan tidak semua jalan “dua arah” ada juga jalan “satu arah”. Oleh karena itu dengan graf berarah masalah tersebut dapat terselesaikan. Sehingga jalan tercepat menuju ke tempat tujuan dapat ditemukan tanpa perlu khawatir akan jalan “satu arah”.
Tetapi masih ada masalah selanjutnya yaitu kepadatan jalan-jalan di perkotaan yang sering menimbulkan kemacetan terutama di saat liburan seperti libur Natal dan tahun baru 2008 di Kota Bandung sangat padat akan kendaraan dari luar kota dan juga dari dalam kota. Selain itu banyaknya jalan-jalan yang rusak akibat cuaca yang tidak menentu sehingga banyak perbaikan jalan yang menyebabkan jalan ditutup atau macet total. Sebagai contoh adalah jalan yang hancur akibat ledakan pipa PDAM di Jalan L.L.R.E. Martadinata, Bandung menyebabkan jalan tidak bias dilalui kendaraan sehingga menimbulakan kemacetan dan perlu dicari jalan alternatif. Masalah ini dapat diselesaikan dengan merepresentasikan gambar jalan yang diterima oleh perangkat navigasi GPS dari satelit dengan graf berbobot.
 Graf Berbobot
Sebuah graf dengan bilangan-bilangan pada rusuk-rusuknya disebut graf berbobot (weighted graph). Dalam sebuah graf berbobot, panjang lintasan adalah jumlah bobot rusuk-rusuk dalam lintasan. Dalam bahasan ini bobot setiap lintasan tidak hanya merepresentasikan panjang lintasan saja, tetapi juga merepresentasikan tingkat kepadatan/ kemacetan jalan/lintasan. Jadi akumulasi dari panjang jalan dari suatu titik/tempat acuan di jalan yang nyata ke titik berikutnya dan tingkat kepadatan pada jalan tersebut merupakan bobot untuk setiap lintasan.

Gambar 3 : Contoh graf berbobot tak berarah.
Semakin besar bobot suatu lintasan maka akan menghabiskan waktu yang semakin lama untuk melalui lintasan itu. Jadi bobot pada graf berbanding lurus dengan waktu tempuh dan efektifitas jalan untuk dilalui.
Untuk merepresentasikan gambar jalan yang diterima dari satelit pada perangkat navigasi GPS maka kedua bentuk graf yang sudah dibahas di atas perlu digabung sehingga membentuk graf berbobot dan berarah. Dengan graf berbobot dan berarah maka kedua masalah utama untuk merepresentasikan lintasan atau jalan dapat diatasi, yaitu masalah jarak/panjang lintasan dan tingkat kepadatan jalan. Sekarang masih ada satu masalah yang sangat penting untuk dicari solusinya yaitu mengambil keputusan jalan mana yang akan dipilih. Hal tersebut akan dilakukan pendekatan dengan menggunakan pohon keputusan. 
POHON KEPUTUSAN /TREE
Secara umum pohon keputusan digunakan untuk memodelkan persoalan yang terdiri dari serangkaian keputusan yang mengarah ke solusi. Tiap simpul pada pohon keputusan menyatakan keputusan, setiap daun menyatakan solusi dan seitap cabang menyatakan keputusan yang diambil. Pohon keputusan adalah salah satu metode klasifikasi yang paling populer karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia. Pohon keputusan adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki. Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi pohon keputusan dan aturan-aturan keputusan. Manfaat utama dari penggunaan pohon keputusan adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih simpel sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan.
Kelebihan dari metode pohon keputusan adalah:
v  Daerah pengambilan keputusan yang sebelumnya kompleks dan sangat global, dapat diubah menjadi lebih simpel dan spesifik.
v  Eliminasi perhitungan-perhitungan yang tidak diperlukan, karena ketika menggunakan metode pohon keputusan maka sample diuji hanya berdasarkan kriteria atau kelas tertentu.
v  Fleksibel untuk memilih fitur dari internal node yang berbeda, fitur yang terpilih akan membedakan suatu kriteria dibandingkan kriteria yang lain dalam node yang sama. Kefleksibelan metode pohon keputusan ini meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan jika dibandingkan ketika menggunakan metode penghitungan satu tahap yang lebih konvensional.
v Dalam analisis multivariat, dengan kriteria dan kelas yang jumlahnya sangat banyak, seorang penguji biasanya perlu untuk mengestimasikan baik itu distribusi dimensi tinggi ataupun parameter tertentu dari distribusi kelas tersebut. Metode pohon keputusan dapat menghindari munculnya permasalahan ini dengan menggunakan criteria yang jumlahnya lebih sedikit pada setiap node internal tanpa banyak mengurangi kualitas keputusan yang dihasilkan.
Kekurangan metode pohon keputusan, yaitu:
Ø  Terjadi overlap terutama ketika kelas-kelas dan criteria yang digunakan jumlahnya sangat banyak. Hal tersebut juga dapat menyebabkan meningkatnya waktu pengambilan keputusan dan jumlah memori yang diperlukan.
Ø  Pengakumulasian jumlah eror dari setiap tingkat dalam sebuah pohon keputusan yang besar.
Ø Kesulitan dalam mendesain pohon keputusan yang optimal. Hasil kualitas keputusan yang didapatkan dari metode pohon keputusan sangat tergantung pada bagaimana pohon tersebut didesain.
Gambar 4 : Contoh pohon keputusan
Gambar di atas adalah contoh pohon keputusan apakah akan pergi bermain atau tidak dengan cuaca sebagai faktor penentu. Contoh pohon keputusan di atas sangat sesuai untuk menantukan jalan yang akan dipilih dengan panjang lintasan dan tingkat kepadatan jalan (bobot lintasan) sebagai faktor penentu. Contoh di atas juga menggambarkan tata cara yang serupa dalam pengambilan keputusan jalan mana / solusi mana yang terbaik dan akan diinformasikan pada pengguna sistem navigasi GPS.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, tetapi metode pengambilan keputusan dengan pohon keputusan ini merupakan pendekatan yang paling simpel, sederhana dan sesuai untuk menentukan jalan mana yang paling cepat, dekat dan efektif yang akan dipilih pada sistem navigasi GPS. Metode pohon keputusan ini melengkapi data yang telah diubah menjadi bentuk graf berarah dan berbobot lalu akan memberikan solusi jalan/ lintasan terbaik pada sistem navigasi GPS.
Ketika menemui cabang jalan atau simpul pada graf berarah dan berbobot yang telah dibentuk, kita tidak dapat langsung memilih jalan / lintasan dengan bobot terkecil begitu saja karena jalan/lintasan dari suatu titik asal ke titik tempat tujuan belum tentu hanya terdiri dari sebuah lintasan saja, sehingga lintasan tercepat dan terefektif tidak dapat ditentukan jika hanya memilih jalan dengan bobot terkecil setiap kali menemui cabang jalan atau simpul pada graf yang telah terbentuk dari data yang diterima dari satelit pada sistem navigasi GPS. Dengan meenggunakan pohon keputusan maka kita dapat menentukan jalan mana yang terbaik, lintasan yang pada awalnya memiliki bobot yang tinggi mungkin saja pada pilihan jalan / cabang berikutanya adapat menghantarkan kita pada tujuan dengan lebih cepat karena jalan selanjutnya memiliki bobot yang kecil. Sedangkan jalan / lintasan yang bobot awalnya kecil mungkin saja lintasan-lintasan berikutnya berbobot besar dan akan semakin menghambat jalan ke titik tujuan. Untuk itu diperlukan pohon keputusan dan algoritma pohon secara rekusif untuk setiap cabang pohon agar dapat memperoleh solusi terbaik dengan cara yang efisien. Setiap cabang jalan pada graf atau pada kehidupan nyata merupakan simpul atau node pada keputusan dimana pada pohon akan dilakukan perbandingan bobot pada masing-masing cabang jalan / lintasan dan begitselanjutanya untuk setiap cabang jalan yang ditemui, kita akan dihadapkan pada pilihan yang harus diambil pada pohon keputusan sampai diperoleh jalan yang terbaiak lalu diinformasikan pada pengguna sistem navigasi GPS cabang jalan mana atau arah mana yang harus dipilih.
sumber http://suebzains.blogspot.com/2012/05/matematika-diskrit.html
sumber http://syfajaar.blogspot.com/2013/11/distribusi-binomial.html
sumber http://www.idomaths.com/id/permutasi_kombinasi.php